Minggu, 29 Agustus 2010

Instant Mangosteen Fruit Leather BB-after harvest Steal Attention Visitor Batam PF2N

KBM instant beverages, one technological innovation and superior product BB-Pascapanen, managed to steal the attention of visitors of the National Week Flori Flora (PF2N) in Batam in mid-July 2010 ago. Unlike other beverages outstanding teaching, new technologies produced by research teams under the BB-Pascapanen coordinator Asep Permana W, MSI. was well attended and received visitors a sense of bitterness is greatly reduced.
As has been popular, KBM or mangosteen rind contains xanton, anthocyanin and tannin. KBM products become target of entrepreneurs become a trend because the current use of antioxidants as supplements and therapy of various diseases, especially cancer. KBM instant powder can also be used as a cosmetic, herbal, herbs, supplements, dyes and preservatives.
Mangosteen rind is generally produced with raw skin fresh mangosteen, but the technology developed BB-KBM Pascapanen produce instant powders from dry skin. One advantage of using raw skin is dry mangosteen processing can take place anytime, regardless of the mangosteen fruit season. Importantly, when the season arrives mangosteen, fruit peel were collected and dried.
KBM powdered instant advantage is the wider use and easy to, among others, for instant beverages, herbal medicines or herbal ingredients, blend cosmetics, dyes and food preservatives. In addition, MBC instant powder has a long storage life; easily stored and distributed; unwanted compounds (resins, fibers) is minimal; and contains antioxidants and a high antioxidant capacity. Results per gram of powder analysis shows the levels of anthocyanin instant MBC 1.13 mg, 8.49 mg phenol content, content xanton (alpha mangostin) 0.59 mg and 19.72 mg AEAC antioxidant capacity. This means, in one gram of powdered instant KBM equivalent to 19.72 mg vitamin C.
Currently KBM manufacturing process technology has been patented and is open instant licensed to private parties who are interested. In the scenario, cooperation KBM instant powder production license involves various stakeholders, including farmers / farmer groups, BB-Pascapanen and entrepreneurs.

Put simply, farmers / farmer groups can create KBM KBM dry or flour which then became the raw material powder instant KBM private developed with technology from BB-Pascapanen. Dry processing techniques and fine flour MBC MBC is not difficult and can be ridden farmers, business groups, or households with ease after the training. In such cooperation can Pascapanen BB-guarding technology to production successfully.
The central area mangosteen which has expressed interest in cooperation is the East Java provincial and regency of Sukabumi. The plan will be realized in fiscal year 2011. Just a note, after the process of selecting / sorting and grading for export mangosteen fruit, mangosteen, there is still a large amount of off grade can be processed into juice, mangosteen and powdered instant KBM.

by:litbang deptan

Rabu, 16 Juni 2010

Kementan Perintahkan Re-Ekspor Sapi Impor Ilegal

Sebagai langkah tindaklanjut dari tindakan cegah tangkal oleh Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok pada tanggal 22 Mei 2010 atas upaya pemasukan sapi potong ilegal dari Australia oleh PT. SP, Kementerian Pertanian telah merumuskan tindakan terhadap sapi impor yang masuk ke Indonesia tanpa Surat Persetujuan Pemasukan (SPP) tersebut. Untuk menjelaskan tindakan tersebut, bertempat di Ruang Pola, Kementan pada tanggal 2 Juni 2010 telah dilakukan Konperensi Pers oleh Direktur Jenderal Peternakan, Kepala Badan Karantina Pertanian dan Inspektur Jenderal yang dalam hal ini diwakili oleh Inspektur Khusus.


Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu II telah berkomitmen untuk mewujudkan Swasembada Daging Sapi Tahun 2014, oleh sebab itu kebijakan dan pengendalian impor harus diletakkan pada iklim yang kondusif agar usaha peternakan sapi potong di Indonesia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dalam rangka itu maka pengawasan pemasukan sapi impor akan semakin diperketat.
Sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 22 Mei 2010 telah dilakukan cegah tangkal oleh Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok atas upaya pemasukan sapi potong ilegal dari Australia sebanyak 2.156 ekor, 1 ekor mati, 2 ekor lemah dan tidak diturunkan. Pemasukan sapi potong tersebut dilakukan oleh PT. SP dengan menggunakan Surat Persetujuan Pemasukan yang seharusnya hanya berlaku s/d 30 April 2010. Saat ini terhadap sapi impor tersebut dilakukan penahanan di 3 (tiga) Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS) di Sukabumi, Bekasi dan Subang di bawah pengawasan Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok.

Hasil audit investigasi yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian atas dugaan pemasukan ternak sapi ilegal dari Australia melalui pelabuhan Tanjung Priok yang dilaporkan kepada Menteri Pertanian pada tanggal 27 Mei 2010, ditemukan adanya pelanggaran surat persetujuan pemasukan sapi impor.

Berdasarkan laporan hasil Audit Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian tersebut, dan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian No. 7 tahun 2008, maka Direktur Jenderal Peternakan telah mengeluarkan surat No.01011/KL.430/F/06/2010 tanggal 1 Juni 2010 yang menetapkan untuk melarang pemasukan sapi impor yang telah melanggar surat persetujuan pemasukan.

Atas dasar hasil audit investigasi dan keputusan pelarangan pemasukan tersebut, maka Kementerian Pertanian memerintahkan kepada importir sapi potong yang telah melakukan pelanggaran dokumen Surat Persetujuan Pemasukan untuk segera melaksanakan re-ekspor, dan sangsi tidak akan diberikan surat persetujuan pemasukan untuk melakukan importasi selama 6 bulan sejak dikeluarkannya penetapan larangan pemasukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan.

Kepada para importir, asosiasi, dan pelaku usaha, ditegaskan bahwa terhadap pelanggaran pemasukan sapi potong, daging/karkas dan jeroan kedepan akan ditindak tegas dan akan diberikan sanksi rekomendasi pencabutan izin usaha serta akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan peraturan berlaku.
Selanjutnya, untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran daging sapi di dalam negeri termasuk adanya indikasi penurunan harga sapi lokal, maka Menteri Pertanian menginstruksikan agar segera dilakukan penghitungan kembali secara cermat mengenai angka-angka ketersediaan sapi lokal dan kebutuhan impor dalam bentuk sapi hidup maupun daging/karkas, jeroan. Dengan demikian, penetapan kebutuhan impor ke depan harus benar-benar terjaga dan terkendali sehingga program


Swasembada Daging Sapi Tahun 2014 dapat berjalan dengan baik serta mampu menciptakan peluang usaha yang kondusif bagi pengembangan usaha dan investasi peternakan sapi potong di Indonesia.
Untuk pengawalan pengendalian pemasukan ini akan segera di bangun sistem informasi pelayanan persetujuan pemasukan sapi secara elektronik di lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Badan Karantina Pertanian secara on line, sehingga upaya-upaya pemasukan sapi potong maupun daging, karkas, dan jeroan dengan modus pemalsuan dokumen dapat dicegah-tangkal. (Press Conference tanggal 02 Juni 2010).

Sumber Berita : kementrian Pertanian

Senin, 15 Maret 2010

Pertanian Organik Menghemat Gas

MUSIRAWAS - Pertanian organik dapat menghemat pemakaian gas. Karena dengan sistem pertanian organik, pengolahan dan sistem penanaman menggunakan bahan-bahan organik, atau

tidak bergantung dengan pupuk kimia. Karena itu, pemakaian pupuk kimia yang pembuatannya membutuhkan suplay gas cukup besar dapat ditekan.

Karena itu, kita mencoba menerapkan sistem pertanian organik, yang kita sebut Sistem of Rice Intensification (SRI) organik, kepada para petani yang berada disekitar wilayah oeprasi PT Medco E & P Indonesia di Kecamatan BTS Ulu. Tanggapan petani cukup bagus, karena sejak dimulai pada

2009 lalu, kini jumlah luas lahan dan petani yang menggunakan sistem SRI organik makin meningkat,” kata Operational Manager PT Medco E & P Indonesia Sumsel, Herman Fauzi, saat

menggelar kegiatan Edukasi Industri Hulu Migas yang diiukti seluruh wartawan yang betugas di Musirawas dan Lubuklinggau, Sabtu (13/3).

Selain mengemat pemakaian gas, melalui pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia, sistem pertanian SRI organik juga dapat meningkatkan taraf hidup petani. Karena dengan sistem pertanian SRI organik, dapat meningkatkan hasil produksi. Perbandingannya, jika menggunakan sistem pertanian konvensional, maka hasil panen sekitar 1,5-2 ton per hektare. Sementara jika menggunakan sistem SRI organik, hasil panen dapat mencapai rata-rata tujuh ton per hektar, atau tiga kali lipat dibandingkan sistem pertanian biasa.

Hal senada dikatakan Hariyadi, salah satu narasumber dalam kegiatan yang digelar PT medco tersebut. Menurut tenaga pengajar di Fakultas Teknik Perminyakan Universitas Pembangunan

Nasional (UPN) itu, dengan menggalakkan sistem pertanian organik, memang dapat menghemat pemakaian gas. Karena sistem pertanian organik, itu tidak menggunakan pupuk kimia, yang dalam pembuatannya dibutuhkan suplay gas cukup besar.

Kita tahu, stok gas dari perut bumi kita makin lama makin menipis. Jika diambil terus menerus maka makin lama makin berkurang dan akan habis. Karena itu, dengan sistem pertanian organik,

dimana tidak ada ketergantungan dengan pupuk kimia, maka dapat menghemat pemakaian gas. Sistem pertanian organik juga ramah lingkungan. Di luar negeri, seperti China misalnya, sudah menggunakan sistem pertanian organik,” ujarnya. sripo

sumber: http://www.sripoku.com/view/29655/pertanian_organik_menghemat_gas

Kamis, 30 Juli 2009

Wajah - wajah PMT se-Aceh



Inilah dia sosok Penyelia Mitra Tani, ysng akan membawa pencerahan dalam kehidupan para petani di Aceh..hehehe..moga sukses slalu..

Sabtu, 25 April 2009

Deplu dan Deptan Selenggarakan Program Magang untuk Membantu Peningkatan Produksi Beras bagi Petani Asia dan Afrika

Departemen Luar Negeri Indonesia bekerjasama dengan Departemen Pertanian (Badan Pengembangan SDM Pertanian dan Biro Kerjasama Luar Negeri) menyelenggarakan program apprenticeship program for Asian and African Farmers in Indonesia pada tanggal 22 April – 20 Juni 2009 dengan lokasi pemagangan di Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi, Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan (P4S) Cara Tani, Kuningan dan Balai Besar Pelatihan Pertanian, Lembang, Jawa Barat. Kegiatan pemagangan akan diikuti oleh 12 (dua belas) orang petani dengan rincian ; 6 (enam) orang petani dari Senegal, 1 (satu) orang petani dari Madagaskar, 2 (dua) orang petani dari Kamboja, dan 3 (tiga) orang petani dari Myanmar.

Program magang dibuka pada tanggal 22 April 2009 di Deptan. Dalam kata sambutannya Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Pertanian, Deptan Heri Sulyanto, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik program magang bagi petani Asia dan Afrika untuk mempelajari sistem pertanian dan praktek penerapan teknologi usaha tani dari petani Indonesia, dalam peningkatan produktifitas pertanian pada umumnya dan pada khususnya dinegara asal masing-masing. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa Indonesia telah berpengalaman dalam melaksanakan kegiatan ini dengan negara-negara di kawasan tersebut. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para petani Asia dan Afrika untuk belajar dan menimba pengalaman secara langsung dari para petani Indonesia.

Selanjutnya Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri, Deptan Farid Hasan Bahtir menyampaikan bahwa selain memberikan program pemagangan bagi petani, Pemerintah Indonesia juga telah memberikan bantuan peralatan pertanian berupa traktor tangan dan mesin pompa serta tenaga ahli pertanian kepada Gambia,Tanzania, Sudan Fiji, Vanuatu, Samoa, Tonga, Timor Leste, Madagaskar, Papua New Guinea, Myanmar dan Kamboja. Melalui program ini diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman diantara peserta. Selain itu program ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan peralatan pertanian, benih, tenaga ahli Indonesia dan pemanfaatan pengetahuan tentang mekanisasi dan teknologi pertanian.

Sementara itu dalam sambutan yang menandai dibukanya program tersebut secara resmi, Direktur Kerjasama Teknik, Esti Andayani, menyatakan bahwa program magang bagi petani Asia dan Afrika merupakan salah satu bentuk komitmen Indonesia untuk turut membantu pembangunan sesama negara berkembang dalam kerangka kerjasama selatan-selatan. Sebagai negara yang juga menjadi penerima bantuan kerjasama teknik, Indonesia telah mampu meningkatkan kapasitas di berbagai bidang yang dibutuhkan oleh negara-negara di wilayah selatan-selatan, sehingga sangatlah wajar apabila Indonesia juga mulai memberikan berbagai bantuan teknik guna mendukung perkembangan pembangunan di negara-negara tersebut.

Direktur Kerjasama Teknik menambahkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan people to people contact dengan memberikan kesempatan bagi para petani Indonesia maupun petani Asia dan Afrika untuk saling mempelajari kehidupan sosial dan budaya sehingga dapat membuka jejaring mereka di kalangan pertanian untuk terbinanya hubungan langsung yang lebih erat.

Kegiatan Apprenticeship Program for Asian and African Farmers in Indonesia ini dilaksanakan sebagai realisasi surat Presiden Senegal kepada Presiden RI, tertanggal 9 Juni 2008 mengenai permintaan Senegal kepada Pemerintah RI agar memberikan bantuan keuangan dalam rangka menanggulangi dampak kenaikan harga BBM dan harga pangan internasional di negara tersebut. Pemerintah RI tidak dapat memenuhi permintaan bantuan finansial tersebut karena kondisi perekonomian dalam negeri yang masih membutuhkan perhatian. Sebagai pengganti, Pemerintah RI menawarkan bantuan capacity building berupa pelatihan atau pengiriman tenaga ahli untuk membantu meningkatkan kapasitas SDM Senegal, khususnya di bidang pertanian. Selain itu, pemagangan bagi petani Madagaskar, Kamboja dan Myanmar merupakan realiasi komitmen Pemerintah Indonesia untuk membantu sesama negara berkembang dalam kerangka kerjasama selatan-selatan dalam upaya peningkatan produksi pangan terutama padi, sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Pertanian RI pada KTT Pangan di Roma bulan Juni 2008.

Program Magang yang akan berlangsung selama dua bulan ini mengunakan metode pelatihan learning by doing. Metode ini terbukti lebih efektif dan menarik karena dapat memberikan alih pengalaman dan teknologi sederhana yang dimiliki oleh petani Indonesia. Para peserta pemagangan petani tersebut akan tinggal di Indonesia bersama dengan seorang petani Indonesia yang sukses untuk lebih jauh lagi mempelajari teknik dan pengetahuan pengembangan pertanian.

Diharapkan di masa yang akan datang program serupa dapat terus dilaksanakan dengan negara-negara sahabat di lain kawasan.

(Sumber: Biro KLN Deptan, Dit. Kerjasama Teknik, Deplu),www.deptan.go.id

Selasa, 31 Maret 2009

Zakat Pertanian Berpotensi Bangun Ekonomi Petani


YOGYAKARTA -- Zakat pertanian berpotensi untuk membangun kekuatan ekonomi petani, meski pada kenyataannya sebagian besar petani belum mengetahui ada kewajiban yang harus dikeluarkan dari hasil pertaniannya.

"Hasil pertanian merupakan salah satu kelompok harta yang diwajibkan untuk dikeluarkan zakatnya," kata Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir Siti Yusi Rusimah MS di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, dengan mayoritas penduduk sebagai petani dan beragama Islam, penanganan zakat pertanian sepantasnya mendapat perhatian bersama. Ia mengatakan, lemahnya perhatian terhadap penanganan zakat pertanian mengakibatkan rendahnya kesadaran berzakat di kalangan petani yang telah memenuhi batas minimal (nishab).

"Hasil penelitian yang saya lakukan menunjukkan hampir tidak ada pemasukan zakat pertanian di Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah (Bazis) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan di beberapa lembaga amil zakat yang beroperasi di daerah ini," katanya.

Kondisi itu terkait dengan rendahnya pemahaman petani terhadap ketentuan zakat pertanian. Ketidaktahuan terhadap kewajiban zakat pertanian, tidak adanya lembaga yang menangani pengumpulan zakat, dan tidak adanya kebiasaan masyarakat untuk memberikan zakat, menjadikan petani tidak pernah memenuhi kewajiban zakat pertanian.

Ia mengatakan, kondisi itu juga disebabkan adanya anggapan di masyarakat bahwa zakat pertanian tidak relevan dengan kondisi petani Indonesia. Dengan dalih petani berlahan sempit dan miskin, membicarakan masalah zakat pertanian cenderung dipandang kurang relevan.

"Padahal dengan rata-rata produksi enam ton per hektare dan luas kepemilikan lahan 0,25 hektare, petani berpotensi mencapai produksi 15 kuintal per musim yang lebih besar dari batas minimal diwajibkannya zakat, yakni sebesar 13,5 kuintal gabah menurut standar Departemen Agama.

Menurut dia, sebenarnya zakat pertanian juga tidak diwajibkan bagi semua petani, tetapi hanya yang telah memenuhi batas minimal (nishab). Zakat termasuk zakat pertanian merupakan kewajiban manusia
untuk membersihkan dan menyucikan harta seperti termuat dalam Al Quran surat At-Taubah ayat 103.

"Artinya zakat pertanian diwajibkan hanya bagi petani yang telah memenuhi nishab. Tidak semua petani itu miskin, sehingga mengabaikan penanganan zakat pertanian, yang berarti mengabaikan hak sebagian petani muslim untuk menunaikan kewajibannya," katanya. ant/ism

Sumber,http://www.republika.co.id

Senin, 01 Desember 2008

Rokok Herbal "SIN CASTRO"

Komposisi rokok “SIN” terdiri dari 17 jenis bahan ramuan yang diolah menjadi bahan campuran tembakau pilihan untuk rokok sehingga mampu menetralkan kandungan TAR dan NIKOTIN. Ramuan yang juga berfungsi sebagai jamu terapi kesehatan tersebut merupakan warisan leluhur tanpa bahan kimia maupun candu. Terdiri dari beberapa ramuan tradisional dan rempah-rempah yang berfungsi melancarkan peredaran darah, membersihkan racun dalam tubuh terutama pada saluran pernapasan, tenggorokan, dan paru-paru.

Rasa Rokok SIN secara umum adalah khas rasa rokok yang pernah dibuat dan dinikmati oleh Raja-Raja Kerajaan Majapahit dan tersebar di seluruh dunia pada masanya. Sudah tentu sesuai dengan karakter cita rasa perokok Nusantara.

Pada awalnya “SIN” digunakan hanya sebagai sarana terapi pengobatan berbagai jenis penyakit. Karena banyaknya permintaan dari para pengguna yang merasakan efek positif dari “SIN” maka diputuskan untuk diproduksi secara massal.

Sebelum ijin perusahaan dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, “SIN” telah melalui uji ilmiah di Laboratorium Kimia Universitas Brawijaya Malang, Laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang, dan salah satu pabrik rokok terkemuka di Jawa Timur yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah untuk pengujian produk rokok. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar “Nikotin SIN” sangat rendah, bahkan dinyatakan mendekati 0%.

Hasil uji Laboratorium Resmi menunjukkan nilai TAR rokok SIN tinggi. “TAR” secara standar internasional adalah pengukuran berat material asap rokok yang mengandung racun dan bahan berbahaya lain. Umumnya apabila nilai TAR tinggi maka nafas terasa berat, sesak dan dada sakit. Akan tetapi nilai “TAR” pada “SIN” adalah ramuan jamu terapi kesehatan yang membantu mengurangi racun dalam paru-paru dan mengeluarkannya dalam bentuk lendir, sehingga nafas terasa ringan. Pembuktian secara empiris telah banyak yang merasakan efek positifnya.

Ramuan rokok SIN terdiri dari bahan-bahan yang mengandung asam dan basa, hasil reaksinya adalah garam, maka apabila dirasakan abu rokok SIN terasa gurih yang juga mengandung ramuan bermanfaat. Diantaranya menyembuhkan luka ringan, sariawan atau panas dalam, gatal-gatal atau eksim kulit dan bahkan membantu penyembuhan luka akibat penyakit diabetes dengan cara menaburkan abu rokok SIN pada bagian yang sakit.


Beberapa bahan yang terkandung dalam 17 bahan ramuan Rokok SIN
diantaranya adalah :
• Daun Sirih atau dalam bahasa latinnya Piper Betle (Charica Betle), mengandung ragam senyawa kimia seperti minyak atsiri, cineole, serta zat penyamak, antibiotika yang diperlukan untuk membuat ramuan tradisional. Bermanfaat untuk mengobati dan menyembuhkan : Sakit mata, Eksim, Bau mulut, Kulit gatal, Menghilangkan jerawat; Pendarahan gusi, Pendarahan Hidung, Bronkhitis, Batuk, Sariawan, Luka, Keputihan, Sakit jantung, Sifilis, Alergi, Diare, Sakit gigi, Sakit Jantung, Mengurangi produk ASI yang berlebihan. Kandungan sirih dalam ramuan akan terasa segar sebagai pengganti menthol.
• Kayu Siwak atau Miswak, berasal dari pohon Salvadore Persica yang tumbuh di sekitar kota Mekah dan Timur Tengah mempunyai zat anti bakteri serta enzim yang mampu mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut sehingga gigi menjadi sehat dan mencegah timbulnya gigi berlubang serta efek disinfektan yang terdapat di dalam siwak dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan gusi. Mineral yang terdapat di dalam siwak seperti Natrium Klorida, Kalium, Sodium Bikarbonat dan Kalsium Oksida juga berfungsi membersihkan gigi. Bau harum dan rasanya yang enak, timbul dari minyak alamiah berjumlah 1% dari seluruh komposisi. Manfaat kandungan kimiawi kayu siwak:
o Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
o Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
o Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
o Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.
• Madu, sudah dikenal baik sebagai “makanan istimewa” untuk kebugaran tubuh serta pengobatan
berbagai penyakit. Khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1,9%. Serta unsur kandungan seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan lainnya, mampu menggantikan sel-sel tubuh yang mati, memelihara kebugaran tubuh, mempertahankan keperkasaan laki-laki, mengobati leukemia, kanker, AIDS. Madu juga menggantikan Antibiotika bagi penderita kanker, menyembuhkan rematik, wasir, prostat, jantung, tukak lambung, penyakit kulit, luka bakar dan banyak lagi manfaatnya. Karena sampai saat ini berbagai unsur yang terkandung didalamnya belum bisa diketahui seluruhnya.


Khasiat dan reaksi mengisap Rokok SIN

Bagi perokok aktif yang pertama kali menghisap rokok SIN, kemungkinan akan langsung merasakan kenikmatannya, tubuh terasa segar baik dalam aktifitas sehari-hari maupun setelah bangun tidur, berarti sisa racun dalam tubuh berkadar rendah. Sebagian orang akan merasakan pahit, tenggorokan gatal, panas, sakit, pusing, mual dan sebagainya, menunjukkan ramuan rokok aktif bekerja menghancurkan dan mengurangi kadar racun tinggi dalam darah dan paru-paru serta tubuh perokok. Bagi yang bukan perokok atau perokok pasif yang mencoba menghisap rokok SIN kemungkinan juga merasakan hal-hal seperti diatas.

Reaksi tubuh seperti keluarnya cairan berbentuk lendir dari telinga, hidung dan tenggorokan harus selalu dibersihkan. Kalau kotoran atau racun dalam paru-paru dan tenggorokan terlalu pekat, kemungkinan cairan lendir yang keluar beserta darah kotor.

Dari reaksi-reaksi tersebut dianjurkan untuk mengkonsumsi rokok SIN sampai sembuh. Karena rokok SIN tetap aman untuk dikonsumsi, dan asapnya tidak meracuni perokok pasif bahkan berfungsi sebagai terapi kesehatan seperti pada perokok aktif.

Rokok SIN memiliki tingkat kadaluarsa cukup lama. Telah diuji bahwa rokok SIN semakin lama disimpan akan semakin terasa kenikmatannya dan tidak mengurangi kualitas maupun manfaat ramuan yang terkandung didalamnya. Terkadang di batang rokok muncul beberapa noda atau bercak sebagai hasil reaksi ramuan yang semakin matang sehingga khasiatnya semakin cepat bekerja apabila dikonsumsi.

Rokok SIN bekerja dengan prinsip melancarkan peredaran darah tubuh sehingga banyak khasiatnya. Pembuktian oleh konsumen diantaranya adalah:
1. Nikotin rendah, perokok relatif aman dari sakit dan penyakit Jantung.
2. Tar ramuan, perokok relatif aman dari sakit Paru dan saluran pernafasan.
3. Menetralisir zat-zat berbahaya yang terkandung dalam tembakau.
4. Menyembuhkan penyakit Kencing Manis, Liver, Lambung, Pencernaan, Ginjal, Impotensi.
5. Asap yang dihisap akan menetralkan racun-racun yang terdapat dalam darah dan organ tubuh.
6. Menormalkan tekanan darah, menyembuhkan kecanduan Narkoba, Ganja, Minuman Keras.
7. Menekan Kolesterol, Asam Urat, dan Gula Darah perokok.
8. Membantu meringankan dan menyembuhkan Penyakit Sinusitis dan Polip.
9. Sebagai Gurah (mengeluarkan cairan racun yang terdapat pada Paru-paru dan darah) melalui mulut, hidung dan telinga.
10. Menyembuhkan dan meringankan penyakit Asma, dan lain-lain.
Karena sifatnya yang bereaksi dengan bahan kimia, beberapa hal yang mungkin terjadi saat atau setelah menghisap SIN:
11. Badan tidak enak, pusing, tenggorokan sakit, beberapa bagian tubuh terasa penat, perut mulas, mengindikasikan banyaknya bahan kimia dalam tubuh sehingga kita perlu menghindari dan mengatur pola makan sehat.
12. Hanya dengan 3 atau 5 hisapan rokok SIN sudah terasa perubahan dalam tubuh. Reaksi ramuan bekerja melancarkan peredaran darah sehingga mungkin berakibat badan sedikit “merinding” atau pusing yang berlangsung beberapa saat, setelah itu badan terasa hangat dan segar.
13. Mata pedih bila terkena asap rokok SIN mengindikasikan mata lelah dan banyaknya zat-zat polutan udara yang masuk ke mata, dalam hal ini ramuan bekerja menormalkan kondisi mata dan harus istirahat.
14. Mulut terasa asam mengindikasikan ramuan bekerja menormalkan asam lambung dan perlu memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
15. Mulut terasa gurih dan selalu basah, karena ramuan bekerja menjaga dan menormalkan produksi enzim serta kelembaban mulut dan tenggorokan.

Jika menginginkan berhenti dari kebiasaan merokok terutama bagi perokok berat hendaknya menguranginya dengan perlahan-lahan, jangan langsung tidak merokok sama sekali. Sebab metabolisme tubuh yang sudah teracuni asap rokok akan terganggu sehingga mempercepat timbulnya berbagai macam penyakit mematikan terutama jantung serta kanker paru. Untuk itu “Rokok Terapi SIN” menawarkan suatu metode “Berhenti Merokok dengan Rokok”.

Rokok SIN diproduksi dengan ketelitian dan kecermatan tinggi yang selalu mengutamakan kualitas rasa, higienitas serta bahan baku pilihan. Rokok SIN hanyalah sekedar rokok biasa yang bertujuan mengembalikan fungsi rokok sebenarnya dengan ramuan rahasia warisan leluhur.

Rokok SIN diproduksi dengan berbagai varian sesuai tingkatan kandungan ramuan didalamnya, mengikuti selera konsumen yang menginginkan “Rasa Rokok” atau mengutamakan “Terapi Pengobatan dan Kesehatan”.

Tidak henti-hentinya terus dilakukan riset baik dari segi ramuan ataupun bahan baku, dengan mempertahankan ciri khas Rokok SIN yaitu :
• Menghancurkan dan menghilangkan kandungan zat-zat beracun dari bahan baku rokok.
• Menimbulkan rasa serta sensasi lain daripada yang lain.
• Menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Sehingga dalam pengembangannya Rokok SIN menggunakan bahan baku selain tembakau, misalnya daun bayam, daun pisang atau bahan baku yang lain.

Bagi penderita penyakit berat harus disertai tobat dan pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

sumber :www.rokokherbal.com